Header Ads

Nasihat Akhwat Agar Tetap Sabar diantara Cobaan dan Penantian

Cobaan dan tempaan memang tak pernah absen dari kehidupan barang sehari saja. Mudah atau sulit tetap saja yang namanya tantangan hidup mesti dihadapi. Bukankah sudah jelas barisan firman Allah ini,
“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“
(TQS. Al-Anbiya’ : 35)

Tangis Dan Sedih Saat Ini Akan Berujung Tawa Dan Bahagia Saat Hati Lebih Mengizinkan Bersabar Dibanding Mengeluh


Rasanya memang selalu ingin menangis sekencang-kencangnya dan menyepi sendiri untuk menghabiskan kesedihan yang serasa tak ada habisnya. Boleh saja itu terjadi, tapi masalah tetaplah masalah dan harus diselesaikan. Selincah apapun menghindari masalah tak akan membuatnya menjadi berakhir jika hanya dibiarkan. Kesabaran untuk menghadapi pun sudah sepatutnya dilakukan.Bukankah mengeluh itu hanya bisa menyalahkan tanpa membuatnya menjadi benar?
Bersabarlah atas apa yang sedang menimpa. Karena kesabaran itu suatu pekerjaan yang tidak habisnya selama kita hidup didunia ini.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(TQS. Al - Ashr ; 2 - 3)

Karena Muslimah Beriman Tahu Allah Tidak Akan Meninggalkan Perhatian Satu Milidetikpun


Bukankah semua muslimah sering meramaikan nasehat ini, “La Tahzan, Innallaha ma’ana; Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”?

Lantas, selalu upayakan agar hati ini selalu meyakini bahwa Allah tidak memberi jarak pada kita dalam perhatianNya. Tetaplah percaya bahwa setelah lelahnya hati menghadapi persoalan hidup, selalu ada pelepas rasa lelah yang telah disiapkan oleh Allah setelah berbagai perjuangan yang telah dihadapai.

Setiap Manusia Ada Aib Yang Memang Cuma Kamu Dan Allah Yang Mengerti


Tak bisa dipungkiri setiap cobaan ataupun tempaan dalam hidup malah membuat kita terlena melakukan kesalahan. Dan tak sedikit kesalahan itu tak layak untuk dibagikan dan memang hatipun tak rela telinga milik orang lain pun tahu. Menutupinya memang lebih baik daripada memaksa hati menggali luka tambahan dengan menceritakan berbagai masalah itu. Meski media sosial membuat manusia lebih mudah menumpahkan ceceran perasaannya, tetap saja yang namanya kelamahan dan keburukan diri layak untuk ditutup rapat-rapat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَلِيمٌ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ
Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala Maha Pemurah, kekal, dan Maha Penutup, Dia mencintai rasa malu dan sikap sitru (menyembunyikan aib).
[Riwayat Abu Dawud dan Nasa-i]

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam juga bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةً إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْإِجْهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ فِي اللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ، وَقَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ، فَيَقُولُ: يَا فُلَانُ قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا، وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيَبِيتُ فِي سِتْرِ رَبِّهِ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata,Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Setiap ummatku diampuni kecuali mujâhir (orang yang membuka aib sendri), dan termasuk perbuatan membuka aib, seperti seorang hamba yang melakukan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian keesokan harinya ia berkata, ‘Wahai, fulan ! Tadi malam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal malam harinya Allâh menutupi perbuatannya, akan tetapi keesokan harinya ia membuka penutup yang Allâh telah berikan”.
[HR. Muslim]

Apa Yang Tersembunyi Allah Pun Mengetahui Dan Memahami


Ukhti, biarlah yang sudah berlalu itu berlalu. Apapun yang terasa dihati tahanlah untuk tetap dihati. Jangan biarkan perasaan dan kesalahan itu berceceran begitu saja. Jangan mudah untuk mengurai kesalahan, kesedihan, keburukan, kekurang dan lainnya di media sosial. Apalagi itu aib, tetaplah dalam rahasia hatimu dan Allah Yang Maha Mengetahui Segala Isi Hati.

Sudah Waktunya Berubah, Karena Cobaan dan Tempaan Ternyata Bisa Dilewati


Sekarang sudah waktunya untuk menghadapi dengan tegak berbagai cobaan dan tempaan yang ada didepan mata. Apa yang mengawali akan selalu ada akhir. Segala permasalahan yang hadir akan habis dan selesai jika tegas untuk mengakhiri. Kita semua mampu kok untuk menyelesaikan masalah-masalah manusiawi. Bersemangatlah.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(TQS. Al-Baqarah : 286)

Meski Tak Mudah, Tetaplah Berjuang Melakukan Yang Semestinya Dilakukan


Cukupkan sedihnya, cukupkan kecewanya, dan cukupkan tangisnya. Yuk bangkit dan hadapi cobaan yang menghampiri. Janganlah takut dengan kehidupan yang sementara dan memang sarana ujian bagi manusia ini. Fokuslah untuk menyelesaikan semua masalah yang ada. Susun kecil-kecil masalah yang terasa besar itu agar terurai menjadi masalah-masalah yang lebih mampu untuk diselesaikan. Janganlah menyerah dan tetaplah tegakan hati untuk menyelesaikannya.

Apapun Prasangka Orang Terhadap Perjuanganmu, Tetaplah Bertahan Menyelesaikannya

Jikalau ada pendapat, pandangan atau omongan dari mereka yang tak mengerti tentang beban yang kita hadapi. Biarkanlah, ada baiknya tidak ditanggapi. Jangan menambah lelahnya hati dengan memperhatikan yang tak perlu diperhatikan.

Hasil Apapun Jangan Membuatmu Berhenti Meyakini Bahwa Allah Selalu Memberikan Yang Terbaik


Apapun akhirnya dari berbagai cobaan dan tempaan yang telah dijajal sampai akhir cerita, janganlah terlalu bersedih jika hasil dari perjuangan tak sesuai harapan. Namun, apabila hasilnya berakhir bahagia, dahulukanlah rasa syukur. Dengan rasa syukur hasil yang menyenangkan akan menjadi sebuah keberkahan yang bertambah nilainya dihadapan Allah, menjadi nikmat yang akan dilipatkan Allah.

Allah berfirman,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
(TQS. Ibrahim: 7)
Dan juga firman Allah Ta’ala,
“Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”
(TQS. Ali Imran:145).

Wallahu a'lam bishawab ^_^ 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.