Janganlah Sekali-kali Mencela Masakan Ibumu

Apa Ukhti termasuk orang yang suka memilih milih makanan?

Sementara di belahan bumi yang lain ada orang yang rela memakan apa saja agar perut mereka terisi.
Ukhti, jangan sampai tingkah kita membuat Allah marah sebab tidak bersyukur dengan apa yang ada.
Seperti salah satu hadist dari Ibnu Abi Syaibah mengatakan,
.
كَانَ أَهْلُ قَرْيَةٍ أَوْسَعَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ حَتَّى إِنَّهُمْ كَانُوا يَسْتَنْجُونَ بِالْخُبْزِ ، فَبَعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِمَ الْجُوعَ حَتَّى أَنَّهُمْ كَانُوا يَأْكُلُونَ مَا يَقْعُدُونَ بِهِ
.
Ada suatu penduduk desa yang Allah beri kelapangan dalam masalah rezeki. Hingga mereka Menjalankan istinjak dengan roti. Akhirnya Allah kirimkan penyakit lapar, hingga mereka makan Makanan yang mereka duduki.
(Ibnu Abi Syaibah no. 36788)



Tahukah uhkti ada banyak usaha keras dari sepiring nasi dan lauk yang ibu sajikan, dia rela kedinginan ke pasar saat matahari belum terbit dan udara masih dingin.

Semua itu untuk apa?

Untuk mendapatkan bahan makanan terbaik, dengan harga yang sesuai dengan pendapatan keluarga.

Agar anaknya bisa makan dan uang nya masih ada untuk keperluan lain, seperti membeli kebutuhan untuk sekolah misalnya.

Mulai dari mengiris bawang merah yang pedas di mata, memotong cabai yang pedas di tangan, dan sebagainya. Memasak adalah proses yang lama dan tidak mudah.

Setiap ibu pasti ingin menyajikan yang terbaik. Selalu ada cinta di setiap masakan atau kue buatannya. Namun kadang namanya juga manusia, tidak semua masakan ibu terasa enak di lidah.
Kadang keasinan, kadang hambar dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua bukan disengaja. Mungkin ibu lelah, tidak konsentrasi karena ada masalah dan sebagainya.

Bayangkan apa yang ia rasakan saat kita mengatakan
"Duh masakannya nggak enak, keasian,"
lalu kita tidak menghabiskan masakan yang sudah dibuatkan.
sementara Rasulullah mengajarkan untuk tidak mencela makanan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata,
.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sama sekali.
[HR al-Bukhari dan Muslim].

Tahukah Uhkti, ada hati yang menangis karena kalimat itu. Mungkin maksudnya baik berkata jujur. Namun percayalah, tidak ada ibu yang sengaja masak keasinan, hambar, terlalu pedas atau rasa tidak enak lainnya. Saat Ukhti protes rasa masakannya tidak enak, seorang ibu sangat jarang protes tangannya kena minyak panas atau seberapa pedas cabai mengenai tangannya.

Kalaupun hasil masakan ibu tidak sesuai harapan, tetaplah tersenyum dan nikmati masakannya.
(walau rasa tidak karuan tapi masih layak dimakan bukan?)
Lalu bisikkan kata-kata yang manis,
"Bunda terima kasih masakannya, kalau rasanya sedikit lebih berbumbu, pasti rasanya lebih sip lagi."
Maka lihatlah senyum di bibirnya, Beliau pasti lebih bersemangat memasak lebih enak.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.